Spread the love

Memasuki lingkungan perguruan tinggi berarti berkenalan dengan kebiasaan, aturan, dan hubungan sosial yang berbeda. Dalam proses tersebut, mentor mahasiswa baru dapat menjadi sosok yang membantu adik tingkat memahami kehidupan kampus. Peran ini membutuhkan kesiapan untuk memberi arahan sekaligus mendengarkan kebutuhan orang yang didampingi.

Kebutuhan itulah yang menjadi perhatian dalam Training of Trainer Universitas Dinamika. Agenda tahunan ini membekali mahasiswa sebelum mereka menjalankan tanggung jawab sebagai pendamping. Pelatihan diarahkan untuk memperkuat karakter kepemimpinan agar peserta dapat menginspirasi dan mengayomi adik tingkat selama masa orientasi.

Kegiatan berlangsung pada 28–29 Juli 2026 di Sasana Krida Jati Jejer, Trawas, Mojokerto. Suasana alam terbuka dipilih untuk memberi peserta pengalaman belajar di luar kelas. Selama dua hari, pembekalan menjadi ruang untuk memahami kepemimpinan dalam kaitannya dengan dinamika kerja sama dan tanggung jawab bersama.

Dari sudut pendampingan, persiapan ini memiliki arti penting. Mahasiswa yang menjadi mentor akan membawa nilai kampus melalui cara mereka berbicara, bersikap, dan mengambil keputusan. Kesiapan menjalankan peran tersebut ikut menentukan bagaimana mereka membangun hubungan dengan mahasiswa yang baru mengenal lingkungan akademisnya.

Mentor Mahasiswa Baru Perlu Mampu Mengarahkan dan Mendengarkan

Pembekalan kepemimpinan strategis diberikan langsung oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Anjik Sukmaaji, S.Kom., M.Eng. Fokus materi mencakup kesiapan calon pemimpin muda untuk menginspirasi serta mengayomi juniornya. Peserta diajak memahami tanggung jawab pendampingan yang melekat pada peran mereka.

Kemampuan mengarahkan kegiatan merupakan salah satu bagian dari tugas tersebut. Mentor juga perlu menyampaikan informasi dengan jelas dan memberi ruang bagi adik tingkat untuk bertanya. Sikap terbuka membantu membangun komunikasi sehingga pendampingan dapat berlangsung dengan saling menghargai.

Empati menjadi bekal yang relevan karena setiap mahasiswa dapat memiliki kebutuhan penyesuaian yang berbeda. Ada yang lebih cepat memahami informasi, sementara yang lain membutuhkan penjelasan tambahan. Dalam konteks ini, kesediaan mendengarkan membantu pendamping menentukan cara komunikasi yang sesuai dengan situasi.

Materi pelatihan turut memperkenalkan DNA Universitas Dinamika sebagai landasan nilai bagi peserta. Bekal tersebut memberi arah tentang sikap yang perlu dibawa ketika mendampingi adik tingkat. Nilai kampus diharapkan terlihat melalui tindakan, termasuk cara menyampaikan arahan, bekerja bersama, dan merespons persoalan.

Bagi mentor mahasiswa baru, pemahaman nilai ini membantu menghubungkan tanggung jawab pribadi dengan budaya organisasi. Mereka membawa peran sebagai mahasiswa sekaligus pendamping yang menjadi contoh bagi juniornya. Karena itu, kesesuaian antara pesan yang disampaikan dan perilaku sehari-hari menjadi bagian penting dari keteladanan.

Pembelajaran di alam terbuka Trawas memberi konteks untuk memahami hubungan antara kepemimpinan dan kerja sama. Peserta memperoleh ruang untuk berhadapan dengan dinamika kelompok selama pelatihan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan refleksi mengenai cara menjaga komunikasi dan menempatkan kepentingan bersama dalam pengambilan keputusan.

Bekal ini diharapkan membantu peserta menjalankan orientasi sebagai proses pengenalan kampus yang bermakna. Informasi dan nilai yang disampaikan perlu dapat dipahami oleh mahasiswa yang didampingi. Dengan demikian, kesiapan mentor berkaitan erat dengan kualitas interaksi yang mereka bangun selama bertugas.

Bekal Lintas Keilmuan untuk Pendampingan yang Lebih Terarah

Pembentukan mentor mahasiswa baru melalui program ini turut memperoleh dukungan kompetensi dari berbagai program studi. S1 Manajemen berperan dalam penguatan kepemimpinan strategis serta pengambilan keputusan di bawah tekanan. Keduanya relevan ketika pendamping perlu menentukan prioritas dan mempertimbangkan kebutuhan kelompok.

Kemampuan tersebut membantu memberi kerangka dalam menghadapi tanggung jawab organisasi. Sebuah keputusan perlu mempertimbangkan tujuan kegiatan sekaligus kondisi orang yang terlibat. Dalam pendampingan, ketegasan akan lebih bermanfaat ketika disertai alasan yang jelas dan perhatian terhadap situasi.

S1 Desain Komunikasi Visual berkontribusi melalui kompetensi komunikasi visual dan retorika publik. Bekal ini berkaitan dengan cara menyusun serta menyampaikan pesan secara persuasif. Informasi yang tertata dan mudah dipahami membantu pendamping menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui adik tingkat.

Sementara itu, S1 Sistem Informasi dan S1 Teknik Komputer mendukung pengembangan kepemimpinan yang memanfaatkan teknologi serta analisis data dalam pengelolaan organisasi. Kontribusi tersebut memperluas kemampuan peserta dalam menghadapi kebutuhan organisasi yang semakin terhubung dengan sistem digital. Keahlian teknis menjadi bagian dari bekal pengelolaan informasi dan kegiatan.

Kolaborasi keilmuan ini menunjukkan bahwa tugas pendampingan membutuhkan beberapa kemampuan yang berjalan bersama. Kepemimpinan memberi arah, komunikasi membantu membangun pemahaman, dan kecakapan digital mendukung pengelolaan organisasi. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa yang didampingi.

Penguatan mentor mahasiswa baru juga berkaitan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Pendamping sebaya diharapkan membantu penyampaian pengetahuan dan nilai kampus secara inklusif. Keterkaitannya dengan SDG 16 terlihat pada pembekalan sikap profesional, kemampuan menghadapi konflik secara bijak, dan penguatan kerja sama dalam organisasi.

Dalam kerangka Asta Cita, program ini selaras dengan poin keempat mengenai penguatan sumber daya manusia, pendidikan, dan pemuda. Penekanan pada empati serta gotong royong juga berkaitan dengan poin kedelapan tentang kehidupan yang harmonis dan penguatan karakter. Nilai tersebut menjadi bagian dari kesiapan peserta untuk menerima tanggung jawab.

Training of Trainer Universitas Dinamika menempatkan kesiapan mentor mahasiswa baru sebagai bagian penting dari pendampingan kehidupan kampus. Pembekalan kepemimpinan perlu hadir bersama kemampuan mendengarkan, menjelaskan, dan memberi teladan. Dari bekal tersebut, peserta diharapkan mampu membantu adik tingkat mengenali lingkungan barunya melalui hubungan yang terbuka dan saling menghargai.